Seskab: sengketa lahan jangan jadi bom waktu

sekretaris kabinet dipo alam mengutip arahan presiden, membayar agar penyelesaian sengketa lahan dikerjakan dengan komprehensif serta jangan ditunda untuk tak merupakan bom masa makanya memicu konflik sosial serta kekesaran di tanah air.

dipo di acara minum kopi bersama melalui sekretaris kabinet melalui tema potensi konflik penguasaan lahan di kompleks istana jakarta, senin, menyatakan penanganan sengketa lahan mesti membeli formula saling menguntungkan (win-win solution) disamping pendekatan hukum (legal).

upaya itu berguna untuk negara tak dirugikan serta rakyat memperoleh kesejahteraan sekalipun dunia usaha sempit menurun keuntungannya.

dipo mengingatkan kiranya akhir-akhir ini semua konflik sosial serta kekerasan dalam tanah air acap terjadi akibat sengketa lahan. sengketa itu antara lain karena tumpang tindih regulasi, perizinan, sengketa batas wilayah, sengketa hak ulayat serta penyerobotan

Informasi Lainnya:

laporan hasil kajian dan pemetaan badan info geospasial mengatakan di beberapa wilayah masih ada potensi konflik sosial akibat terjadinya tumpang tindih penguasaan lahan di jenis kehutanan, perkebunan, pertambangan serta objek wisata transmigrasi.

berkaitan melalui itu dia mengingatkan terserah arahan-arahan presiden di sidang kabinet sedikit di 25 juli lalu, khusus tenntang melalui penanganan sengketa/konflik lahan, keduanya sengketa lahan antara negara melalui pt perkebunan nusantara (ptpn) melalui masyarakat dicarikan solusinya secara komprehensif.

pada acara dan dihadiri sederat gubernur diantara gubernur kaltim, riau dan kalsel juga sederat bupati terkait, diminta agar mereka terus berusaha dan mengingatkan warga bila terdapat konflik lahan untuk dibicarakan lebih-lebih dahulu dan tak menggarap pengrusakan juga pendudukan lahan dan melawan hukum.

konflik lahan pada sumut, sumsel dan lampung untuk diselesaikan melalui tepat, adil, dan tertib di dua tahun ataupun dalam masa kerja kabinet indonesia bersatu ii, papar dipo.

berkaitan melalui itu dibentuk tim terpadu supaya menangani kasus-kasus lahan seperti konflik ptpn ii dalam sumut, konflik mesuji pada lampung juga konflik ptpn vii di cintamanis dalam sumsel.

kepala pusat pemetaan juga integrasi tematik, badan info geospasial, nurwadjedi mengatakan memperkenalkan Salah satu peta (one map) dan adalah turunan daripada amanat uu no.4 tahun 2011 mengenai Informasi geospasial (ig) dimana harus dibangun di atas Satu lembar peta dasar.

berdasarkan tersebut diselenggarakan proses integrasi info geospasial tematik (igt) yang dibangun dengan instansi terkait sesuai melalui fungsi dan kewenangannya.

hasilnya, masih ada tumpang tindih pengalokasian lahan selama suatu daerah ataupun area jenis lahan yang sama.

karena tersebut kebijakan one map diperlukan juga mesti dipercepat agar penyelenggaraan igt mampu diintegrasikan.

sementara gubernur kaltim awang faroek mengatakan perlu keputusan presiden untuk mendatangkan peta mana dan dibuat acuan karena masing-masing instansi memiliki peta sendiri.

dia juga membuka sejumlah kontroversi dalam kebijakan lahan, terutama hutan rakyat, hutan konversi dan perbatasan yang adalah beranda terdepan.

dia menuturkan rencana pemda untuk membangun jalan tol dan kereta api yang dengan hutan rakyat juga hutan lindung sementara ditolak akan tetapi dalam pihak lain 10 ijin upaya-upaya batu bara diberikan ijin.

begitu dan dengan pembangunan jalan dalam perbatasan dan membutuhkan jalan poros dan melalui hutan lindung serta konservasi.